Alasan Mengapa Pada Lantai Ada Potongan Keramik Yang Menempel Dinding

Keramik ataupun granit bahkan marmer adalah alas yang digunakan untuk membuat lantai menjadi lebih indah.

Apalagi kalau marmer itu harganya wah banget.. Rumah jadi tambah mewah..



Tapi jika budget tidak nyampe, bisa digunakan keramik ataupun granit yang juga memiliki desain menarik dan ciamik.

Rumah pasti keren juga..

Ada yang menempel di dinding

Pasti dan hampir memang selalu ada keramik yang dipasang melekat pada dinding dengan ukuran yang lebih kecil.

Biasanya sih 10 cm, 15cm atau 20 cm.

Tergantung selera dari pemilik rumah.

Untuk apa dong keramik itu?

Pemasangan keramik seperti itu pasti ada tujuannya dan itu baru saya sadari ketika ada pak tukang yang membocorkannya dengan sengaja.

Alasannya masuk akal juga.



Jadi begini..
Keramik yang menempel ini difungsikan untuk mencegah air merembet naik pada tembok. Sehingga tembok tidak basah dan lembab.


Tembok yang lembab tidak bagus bagi cat yang juga melekat pada dinding. Cat bisa terkelupas dan warnanya pun bisa berubah.

Jelek kelihatannya.

Nah, dari mana air ini berasal?
  • Air ketika mengepel lantai. Air ini bisa merembet ke tembok jika tidak ada keramik yang mencegatnya.
  • Minuman. Anak-anak bisa saja teledor ketika menaruh minuman dilantai dan menyenggolnya sehingga tumpah. Airnya pun bisa merasup ke tembok. 
Jangankan anak-anak, kita yang gede saja sering menendang gelas yang sedang merenung dengan damai dilantai kan?

Airnyapun tumpah.

Inilah yang dicegah oleh keramik itu. Ia akan melindungi tembok dari air yang bisa menodai cat yang sudah dipoles dengan cantiknya.

Bagaimana dengan tembok luar?

Tembok luar memang tidak dipasangi dengan keramik. Tapi kebanyakan sudah dilapisi dengan cat anti air yang mampu menolak resapan air.

Kalau di dalam ruangan cat seperti itu tidak perlu digunakan, biaya menjadi pertimbangan juga.

Jadi kita bisa mengandalkan potongan keramik ini untuk menanggulangi air yang siap merayap dan meresap ke dalam tembok.

Bagaimana dengan anda, setuju tak?



Previous
Next Post »